Thank's for visit, hope this blog can be usefully and don't forget comment us
Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 November 2011

Macam macam kelainan pada sistem saraf

Ada beberapa macam kelainan akibat sistem saraf pada manusia terganggu, antara lain :

1. Stroke ( istilah lain Cerebrovascular accident ( CVA ) atau Cerebral apoplexy ), adalah kerusakan otak akibat tersumbatnya atau pecahnya pembuluh darah otak.
2. Poliomielitis , penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus yang menyerang neuron-neuron motoris sistem saraf ( otak dan medula spinalis ).
3. Epilepsi, penyakit karena dilepaskannya letusan-letusan listrik ( impuls ) pada neuron-neuron otak.
4. Parkinson, penyakit yang disebabkan oleh berkurangnya
neurotranslator dopamin pada dasar gangglion dengan gejala tangan gemetaran sewaktu istirahat ( tetapi gemetaran itu hilang sewaktu tidur ), sulit bergerak, kekakuan otot, otot muka kaku menimbulkan kesan seolah-olah bertopeng, mata sulit berkedip dan langkah kaki menjadi kecil dan kaku.
5. Transeksi , kerusakan atau seluruh segmen tertentu dari medula spialis. Misalnya karena jatuh, tertebak yang disertai dengan hancurnya tulang belakang.
6. Neurasthonia, ( lemah saraf ) , penyakit ini ada karena pembawaan lahir, terlalu berat penderitanya, rohani terlalu lemah atau karena penyakit keracunan.
7. Neuritis, radang saraf yang terjadi karena pengaruh fisis seperti patah tulang, tekanan pukulan, dan dapat pula karena racun atau difisiensi vitamin B1, B6, B12.
8. Amnesia, yaitu ketidakmampuan seseorang untuk mengingat atau mengenali kejadian yang terjadi dalam suatu periode di masa lampau. Biasanya kelainan ini akibat guncangan batin atau cidera otak.
9. Cutter, kelainan di mana penderitanya selalu melukai dirinya sendiri pada saat depresi, stres, atau bingung.
Dan masih banyak lagi yang lainnya, lagi
Jika menurut sobat artikel ini bermanfaat, silahkan vote ke Lintas Berita agar artikel ini bisa di baca oleh orang lain.

Gangguan Pada Sistem Peredaran Darah

Gangguan Pada Sistem Peredaran Darah

Adanya gangguan pada peredaran darah memang sangat mengganggu, hal ini sering kali menjadikan kondisi tubuh kurang bahkan tidak fit. Akibatnya kegiatan manusia menjadi terganggu.

Beberapa gangguan pada sistem peredaran darah disebabkan oleh faktor keturunan, kerusakan atau makanan. Beberapa gangguan tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Penyakit jantung dapat disebabkan oleh gangguan pada pembuluh darah koroner yang ada di jantung. Gangguan tersebut dapat disebabkan oleh terjadinya penggumpalan darah atau gas di dalam pembuluh darah koroner. Akibatnya, kerja jantung menjadi terhenti.
  2. Penyumbatan pembuluh balik, penyakit ini mengakibatkan lambatnya aliran darah hingga akhirnya aliran darah pada pembuluh balik menjadi terhambat. Salah satu penyebabnya adalah penimbunan dan pengendapan lemak kolesterol yang ada pada dinding pembuluh balik.
  3. Kurang darah (anemia) seringkali diartikan kurangnya jumlah darah. Sebenarnya, kurang darah disebabkan jumlah hemoglobinnya(HB) kurang mengandung zat besi. Kurangnya sel darah merah dapat disebabkan oleh infeksi malaria atau cacing tambang.
  4. Hipertensi (tekanan darah tinggi) disebabkan tekanan darahnya melebihi batas normal (lebih dari 140/90 mmHg). Penderita hipertensi biasanya ditandai dengan sulit tidur, mudah marah, serta cepat lelah. Penyakit ini umumnya diakibatkan terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang berlemak.
  5. Leukimia (kanker darah) disebabkan oleh jumlah sel darah putih yang terlalu banyak sehingga sel darah putih memakan sel-sel darah merah.
Agar anda terhindar dari penyakit yang dapat mengganggu sistem peredaran darah, disarankan memakan makanan yang seimbang, tidak berlebihan, mengurangi makanan yang berlemak dari hewan (lemak hewani), menjaga berat badan yang sesuai dengan umur dan tinggi badan, serta rajin-rajinlah anda berolahraga secara rutin.
Jika menurut sobat artikel ini bermanfaat, silahkan vote ke Lintas Berita agar artikel ini bisa di baca oleh orang lain.

Selasa, 08 November 2011

SISTEM PEREDARAN DARAH CACING

Peredaran darah pada cacing termasuk ke dalam system peredaran darah tertutup. Peredaran darah tertutup adalah sirkulasi darah keseluruh tubuh melalui pembuluh – pembuluh darah. Pada system peredaran darah ini, darah diedarkan melalui arteri dan kembali ke jantung melalui vena. Untuk membahas peredaran darah tertutup , dapat diambil contoh annelida dan vertebrata. Annelida dan vertebrata telah memiliki perkembangan yang lebih maju diabandingkan dengan hewan – hewan lain. Demikian pula tentang system peredaran darahnya , yakni telah adanya system peredaran darah tertutup. Agar lebih jelas, dalam pembahasan system peredaran darah pada annelida , kita ambil contoh cacing tanah ( Lumbricus terestis ). Pada cacing tanah , system peredarannya terdiri dari cairan darah , beberapa pembuluh darah , dan jantung sebagai pusat peredaran. Darah cacing tanah terdiri atas plasma darah dan benda darah. Darah cacing tanah berwarna merah disebabkan oleh adanya hemoglobin yang larut dalam plasma darah. Jantung dan saluran darahnya memiliki katup sehingga darah tidak mengalir kembali ke jantung. Aliran darah disebabkan oleh kontraksi lengkung jantung. Jantung memompa darah dari saluran dorsal kesaluran darah ventral kemudian keseluruh tubuh. Pertukaran gas terjadi di jaringan –jaringan tubuh. Dari seluruh tubuh , darah menuju bagian dorsal tubuh. Dari bagian dorsal tubuh darah kembali ke jantung .

Jika menurut sobat artikel ini bermanfaat, silahkan vote ke Lintas Berita agar artikel ini bisa di baca oleh orang lain.

SISTEM PEREDARAN DARAH SERANGGA

Pernahkah kamu melihat orang-orang yang menangkap belalang untuk dimasak, dan belalang itu ditusuk bagian perut (abdomen) nya? Apakah kamu memperhatikan bahwa belalang yang ditusuk itu tidak pernah berdarah-darah seperti halnya ketika kita melihat ayam yang disembelih?

Jika kamu memperhatikannya, mungkin kamu akan bertanya-tanya, apakah belalang dan serangga lainnya memiliki darah atau tidak? Jika tidak, lantas bagaimana mereka mendapat nutrisi dari makanan yang mereka makan?

Jawabannya, serangga tentu saja memiliki darah dan organ sirkulasi (peredaran darah). Organ sirkulasi pada serangga berupa jantung pembuluh dan pembuluh darah. Pembuluh darah yang utama pada serangga ialah pembuluh darah dorsal (punggung) yang memanjang di sepanjang thorax (dada) dan abdomen (perut). Pada bagian abdomen, pembuluh darahnya terbagi menjadi beberapa gelembung. Gelembung-gelembung inilah yang dinamakan dengan jantung pembuluh. Tiap-tiap kamar atau gelembung pada jantung pembuluh ini memiliki sekat yang dinamakan ostia. Sekat ini mencegah darah mengalir balik ke jantung.

Jantung memompa darah untuk dialirkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh aorta. Berbeda dengan vertebrata, pembuluh aorta pada serangga memiliki ujung yang terbuka, sehingga darah mengalir ke seluruh tubuh tanpa melalui pembuluh darah, melainkan beredar bebas dalam rongga tubuh (homocoel) dan langsung berhubungan dengan jaringan tubuh. Sistem seperti ini dinamakan sistem peredaran darah terbuka.
Darah membawa sari-sari makanan untuk diedarkan ke sel-sel tubuh dan mengambil sisa metabolism dari sel-sel tubuh tersebut untuk dibuang melalui sistem ekskresi. Darah yang beredar di rongga tubuh kemudian masuk ke jantung pembuluh melalui lubang-lubang halus pada pembuluhnya. Darah kemudian dipompa lagi ke seluruh tubuh, begitu seterusnya.

Lalu, kenapa kita tidak pernah melihat belalang yang berdarah-darah? Jawabannya bukan karena serangg itu kecil, sehingga darahnya tidak kelihatan. Darah serangga yang lebih dikenal dengan hemolimfe memang tidak berwarna merah, karena tidak mengandung hemoglobin. Fungsi hemoglobin adalah untuk mengikat oksigen. Dengan demikian, berarti system peredaran darah pada serangga hanya berfungsi sebagai pengangkut sari-sari makanan, hormone, garam, dan sisa metabolism saja, sementara oksigen tidak diikat oleh darah. Selain itu, darah juga berfungsi untuk mengatur dan menyesuaikan suhu tubuh dengan suhu lingkungannya.
Jika menurut sobat artikel ini bermanfaat, silahkan vote ke Lintas Berita agar artikel ini bisa di baca oleh orang lain.

Sistem Sirkulasi pada Amphibia

Jantung katak terdiri :
- 3 ruang : 2 atrium dan 1 ventrikel
- Sinus venosus : menampung darah dari pembuluh
besar yang akan masuk ke atrium kanan.
Arah aliran darah :
Darah yang kaya O2 dari paru-paru dan kulit masuk ke atrium kiri. Darah yang miskin O2 masuk ke atrium kanan dengan perantaraan sinus venosus. Dari atrium darah masuk ke ventrikel sehingga terjadi percampuran darah yang kaya O2 dan darah yang miskin O2 . Dari ventrikel darah yang kaya O2 dipompa ke jaringan tubuh dan pada saat darah yang miskin O2 dialirkan ke paru-paru ke kulit untuk memperoleh O2.
Peredaran darah katak termasuk peredaran darah ganda (dalam satu kali peredarannya, darah melewati jantung 2 kali).
Jika menurut sobat artikel ini bermanfaat, silahkan vote ke Lintas Berita agar artikel ini bisa di baca oleh orang lain.

Sistem Sirkulasi Pisces



Sistem peredaran darah pada ikan terdiri dari: jantung beruang dua, yaitu sebuah bilik (ventrikel) dan sebuah serambi (antrium). Jantung terletak dibawah faring di dalam rongga parikambium, yaitu bagian dari rongga tubuh yang terletak di anterior (muka). Fungsi jantung memompa darah Selain itu, terdapat organ sinus venosus, yaitu struktur penghubung berupa rongga yang menerima darah dari vena dan terbuka di ruang depan jantung.

Gbr: Jantung ikan terdiri dari Atrium dan Ventrikel

Darah sendiri merupakan Suatu fluida (plasma) tempat bbrp bahan terlarut dan tempat erythrocyte, leucocyte dan bbrp bahan lain tersuspensi. Fungsi darah pada Ikan adalah sbagai berikut :

  1. Mengedarkan suplai makanan ke sel-sel tubuh
  2. Membawa oksigen ke jaringan2 tubuh
  3. Membawa hormon dan enzim ke organ yg memerlukan

Volume darah pada ikan pada ikan Teleostei berkisar 1,5-3% dari bobot tubuh. Jumlah organ yang membuat darah pada ikan jumlah lebih banyak dari mamalia. Darah pada pisces terdiri dari plasma dan sel darah (Sel darah merah dan Sel darah putih).



Plasma Darah
Berapa cairan jernih berisikan mineral terlarut, hasil pencernaan makan yg diserap oleh buangan jaringan,enzim, antibodi & gas terlarut


Erytrocyte (Sel darah merah)
  • Memiliki inti
  • Berwarna merah kekuningan
  • Erytrocyte dewasa bentuk lonjong, kecil, diameter 7-36 mikron (tergantung spesies ikannya)
  • Jumlah tiap mm3 darah berkisar antara 20.000 – 3.000.000
  • Pengangkutan oksigen dalam darah bergantung pada HB yang terdapat dalam erytrocye


Leucocyte (sel darah putih)

  • Tidak berwarna
  • Berjumlah 20.000-150.000 dlm tiap mm3 darah
  • Dibedakan 2: granulocyte dan agranulocyte


Granulocyte
neutrophyl, acidophil (easinophil), basophil.

Agranulocyte
lympocyte, monocyte, thrombocyte.(terbesar dr leucocyte)


Organ pembentuk darah pada Cyclostoma semua jenis darah dibentuk dalam Limpa yang tersebar pada sub mucos usus alat pencernaan makanan. Pa
da Ikan berahang limpa terbagi atas :
  1. Cortex (bagian luar) berwarna merah membentuk erytrocyte dan thrombocyte
  2. Medulla (bagian dalam) berwarna putih membentuk lymphocyte dan granulocyte

Pada Actinopterigii limpa berfungsis untuk melebur erytrocyte. Trombocyte dibentuk dalam ginjal mesonephros dan granulocyte yang berasal dari sub mucosa esophagus, hati, gonad dan ginjal. Pada Chondrichthyes dan Dipnoi Katup spiral usus membentuk leucocyte.

Ada suatu jaringan seperti bunga karang berwarna coklat kemerahan yang mengelilingi jantung ikan Acipenser, Polyodon, Lepidosinen m
embentuk lymphocyte dan granulocyte. Rawan cranial pada Squaliformes, Chimaeridae mbtk semuajenis sel darah.

Suhu tubuh ikan golongan hewan berdarah dingin (Poikoloterm) suhu tubuh menyesuaikan dengan suhu lingkungan. Perubahan suhu mendadak sering mjd penyebab kematian ikan. Perubahan suhu yang kecil pada lingkungan akan menyebar dengan cepat ke seluruh tubuh ikan sebagai efek perpindahan panas melalui kapiler kulit dan kapiler insang. Ikan muda karena rasio antara insang dan permukaan tubuh lebih besar dari ikan dewasa, akan lebih cepat dalam menyesuaikan suhu tubuhnya
.

Sistem sirkulasi ikan berupa system peredaran darah tertutup atau peredaran darah tunggal. Pada sisitem peredaran darah tunggal darah melalui jantung hanya satu kali peredaran. Darah dari seluruh tubuh yang mengandung karbon dioksida mengalir ke sinus venosus, kemudian masuk ke atrium. Sinus venosus adalah ruang atau rongga jantung yang terletak diantara ventrikel dan atrium. Pada saat jantung mengendur, darah mengalir melalui klep, masuk kedalam ventrikel. Dari ventrikel darah diteruskan ke konus ateriosus, kemudian menumju aorta ventralis dan dilanjutkan ke insang. Di Insang, aorta bercabang-cabang menjadi kapiler-kapiler (Pembuluh-pembuluh kecil). Kapiler-kapiler insang melepaskan karbon dioksiada dan mengambil oksigen dari air. Dari kapiler-kapiler insang, darah mengalir ke aorta dorsalis yang bercabang-cabang. Dari cabang-cabang aorta dorsalis ini darah mendistribusikan ke kapiler-kapiler seluruh bagian tubuh. Selain darah juga mengambil kabron dioksida untuk dibawa kembali ke jantung melalaui vena kava dan sinus venosus.
Jika menurut sobat artikel ini bermanfaat, silahkan vote ke Lintas Berita agar artikel ini bisa di baca oleh orang lain.

Sistem Sirkulasi Aves

Hubungan Antara Respirasi dan Sirkulasi Aves
RESPIRATION:
Anatomi Aves (Avian) dari sistem pernafasan sangat kompleks dibandingkan dengan mamalia. Berhubung dgn binatang menyusui yang avian dan sistem pernafasan
terdiri dari paru-paru yang berkembang, terjadi pertukaran gas dan udara exhaled. . Dalam sistem pernafasan burung yang juga berfungsi untuk pertukaran gas, tetapi juga penting dalam menghilangkan panas dari tubuh dan memiliki beberapa fungsi-fungsi non-pernafasan seperti detoxification metabolis dari produk dan vocalization. . Seperti di mamalia, sistem pernafasan atas yang berfungsi untuk menyaring udara untuk memerangkap debu. Unlike mammalian lungs, avian lungs are relatively rigid and do not move much during breathing. Berhubung dgn binatang menyusui tidak seperti paru-paru, paru-paru relatif avian kaku dan tidak banyak bergerak selama bernapas. Berasal dari paru-paru yang tipis-tembok udara sacs yang mengisi sebagian besar rongga tubuh tidak dikuasai oleh jeroan lainnya kebanyakan burung ada sembilan. Beberapa udara sacs menembus bagian dalam tulang dan bahkan di bawah kulit.
I
Sistem Peredaran Darah Burung mempunyai jantung yang lebih besar dan kuat jika dibandingkan dengan mamalia. Cuba anda bayangkan jantung yang mengepam darah ke dalam otot semasa mengelilngi badan untuk membekalkan oksigen! Oleh itu, jantung yang kuat diperlukan untuk meningkatkan kadar pembekalan oksigen ke sel-sel badan oleh darah. Birds have very efficient, 'high performance' hearts.
Burung yang sangat efisien, 'performa tinggi' hati. The heart of a bird is similar to that of a mammal. Jantung burung mirip dengan yang mamalia. Blood returning from the head and body to the heart is pumped to the lungs. Kembali darah dari kepala dan tubuh ke jantung adalah dipompa ke paru-paru. In the lungs it picks up a new supply of oxygen. Di paru-paru picks it up baru pasokan oksigen. Blood returning from the lungs, is pumped throughout the body. Darah kembali dari paru-paru, yang dipompa ke seluruh tubuh. The blood carries food and oxygen to all parts of the body and removes waste products including carbon dioxide. Darah membawa makanan dan oksigen ke seluruh bagian tubuh dan menghapus produk termasuk limbah karbon dioksida.
Sistem peredaran darah, jantung, darah kapal, sistem kurus, dll, memiliki tujuan yang sama dan fungsi yang tidak di-transportasi lainnya vertebrates pangan, gas, hormon, dan produk-produk limbah. Only in birds and mammals is the heart four-chambered. Hanya pada burung dan mamalia merupakan jantung empat chambered. The heart of birds is relatively larger and more powerful than that of reptiles and mammals of similar size; perhaps 50-100% larger. Jantung burung yang relatif lebih besar dan lebih kuat daripada yang reptil dan mamalia yang mirip ukuran; mungkin 50-100% lebih besar. The heart of small birds is also proportionately larger than that of larger bi rds and is related to their respiratory rate. Jantung kecil burung juga proporsional lebih besar daripada yang lebih besar dari RDS dan bi berkaitan dengan mereka menilai pernafasan. The measurement of heart rates vary because birds are so excitable when restrained. Pengukuran harga bervariasi karena jantung burung sehingga mudah meluap perasaannya ketika terkendali. Tarif jantung biru jay 165 Turki 270 robin 550 kenari 400-800 blue-winged teal 1000 Hummingbird 1200 juga tekanan darah tinggi dibandingkan pada burung lainnya vertebrates: punai 135/105 mmHg ayam 180/160 mulan 180/130 kenari 220/154 Turki 235/141 . truktur sistem peredaran darah burung pada dasarnya seperti yang vertebrates meskipun ada beberapa modifikasi. Misalnya, dua veins pembuluh darah di leher kepala yang terhubung lintas yang parah sehingga lilitan kepala tidak memotong darah drainase. biasanya, burung 'dan arteries veins yang mengatur agar arteries veins dan berbaring di samping satu sama lain. T Dalam ramah lingkungan, berkenaan dgn urat darah halus yang kembali dari appendages adalah dangkal sehingga panas yang hilang.
ProsesFLIGHT: Many of the physiologic adaptations of the respiratory and circulatory systems are related to the energetic needs for flight.
Banyak faali adaptasi dari sistem pernafasan dan peredaran darah yang berkaitan dengan kebutuhan untuk penerbangan energik. . Hati menilai burung kecil dari dua kali lipat dari harga saat istirahat dan terbang masuk ke dalam 3x atau 4x lebih besar burung. Untuk jarak jauh migran, di mana energi pertimbangan sangat penting, burung biasanya kehilangan 25% dari berat badan mereka dan bahkan hingga 50%, yang nampaknya merupakan fisiologis maksimum. Hummingbirds terbang diatas Teluk Meksiko (800km) dan Golden Plovers terbang 3900km dari Aleutian ke Hawai non-stop. Secara umum, semakin besar pula burung, maka mereka dapat terbang jauh, baik non-stop atau migrasi yang panjang. The longest non-stop flights observed (Homing pigeon 1080km or 600 miles; Ayang mungkin dilakukan dengan angin.
Faktor-faktor yang membantu penerbangan burung adalah seperti 1) Peranan daya, 2)Badan yang ringan, 3) Bantuan otot, 4) Sistem pernafasan burung, 5) Sistem peredaran darah & 6) Pemakanan burung. Daya-daya yang Menghasilkan Penerbangan Terdapat 4 daya (tujah ke hadapan, daya seretan, daya angkat dan berat) yang yang berfungsi bersama-sama untuk membolehkan burung terbang. Burung akan terbang mendatar sekiranya 4 daya ini seimbang.
Daya tarikan graviti boleh dianggap sebagai tujah ke hadapan. Cuba gambarkan sesebuah basikal yang menuruni cerun bukit yang dengan kelajuan yang semakin meningkat. Kes ini sama dengan penerbangan burung yang memperoleh tujah ke hadapan melalui pengibasan sayap dalam bentuk bulatan semasa terbang di langit.
Daya seretan searah dengan aliran udara. Apabila burung terbang, terdapat udara dari hadapan yang seolah-olah menolaknya ke belakang. Daya ini ialah daya seretan.Burung yang sedang terbang mengurangkan daya seretan ini dengan sayap dan badan yang berbentuk aerofoil serta sudut yang dibuat oleh sayap semasa terbang. Untuk mengurangkan laju, burung akan menambahkan luas permukaan ekornya dan menurunkan kakinya.
Daya angkat terhasil apabila pergerakan ke hadapan seekor burung mengatasi beratnya. Burung menghasilkan daya angkat dengan pergerakan ke hadapan ini. Sayap burung berbentuk aerofoil. Aliran udara di sebelah atas sayap burung lebih laju berbanding dengan aliran udara di sebelah bawah. Ini menyebabkan tekanan udara di sebelah bawah lebih tinggi daripada tekanan di sebelah atas. Perbezaan tekanan ini menghasilkan satu daya angkat yang membolehkan burung terbang di langit.
Badan Burung yang Ringan. Burung juga mempunyai ciri-ciri yang menjadikan badannya ringan. Ciri-ciri ini termasuk tulang yang berongga, kepala yang kecil, serta rahang dan paruh yang ringan (untuk menggantikan gigi yang berat). Badan burung dilitupi bulu pelepah yang kalis air supaya sentiasa kering. Burung juga mempunyai hempedal (organ pencernaan) yang membantu mengekalkan kestabilan semasa terbang. Selain itu, organ pembiakan disesuaikan untuk mengurangkan saiz burung. Biasanya, burung betina mempunyai ovari yang kecil. Semasa hamil, saiz ovari akan menambah lebih daripada 1500 kali. Burung betina yang hamil sekarang akan bergantung kepada pasangannya untuk mendapat makanan.
Otot-otot yang Membantu Penerbangan
Bongkah otot yang besar dan kuat pada dada burung untuk menyokong penerbangannya terdiri daripada pektoralis major dan pektoralis minor. Pengecutan pektoralis major diikuti oleh pengenduran pektoralis minor menggerakkan sayap burung ke bawah. Sebaliknya, pengecutan otot pektoralis minor dan pengenduran otot pektoralis major menaikkan sayap ke atas. Tindakan otot secara antagonis ini menaik dan menurunkan sayap burung semasa terbang.
Jika menurut sobat artikel ini bermanfaat, silahkan vote ke Lintas Berita agar artikel ini bisa di baca oleh orang lain.

Sistem Sirkulasi pada Reptilia

Sistem Sirkulasi pada Reptil


Peredaran darah pada reptil merupakan peredaran darah tertutup karena darah yang dialirkan dari dan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah, selain itu karena darah mengalir melewati jantung sebanyak dua kali maka peredaran darah reptile disebut sebagai peredaran darah ganda. Peredaran darah ganda terdiri atas:

Peredaran darah panjang/besar/sistemik
Adalah peredaran darah yang mengalirkan darah yang kaya oksigen dari bilik (ventrikel) kiri jantung lalu diedarkan ke seluruh jaringan tubuh. Oksigen bertukar dengan karbondioksida di jaringan tubuh. Lalu darah yang kaya karbondioksida dibawa melalui vena menuju serambi kanan (atrium) jantung.

Peredaran darah pendek/kecil/pulmonal
Adalah peredaran darah yang mengalirkan darah dari jantung ke paru-paru dan kembali ke jantung. Darah yang kaya karbondioksida dari bilik kanan dialirkan ke paru-paru melalui arteri pulmonalis, di alveolus paru-paru darah tersebut bertukar dengan darah yang kaya akan oksigen yang selanjutnya akan dialirkan ke serambi kiri jantung melalui vena pulmonalis. Proses peredaran darah dipengaruhi juga oleh kecepatan darah, luas penampang pembuluh darah, tekanan darah dan kerja otot yang terdapat pada jantung dan pembuluh darah.


Tiga Pola Sistem Sirkulasi pada Superkelas Reptil

Sistem peredaran darah pada reptil tidak
bisa disamaratakan dalam satu model. Ini tidak begitu mengherankan mengingat keragaman morfologi, fisiologi dan perilaku yang ditemukan di dalam superkelas ini. Kita dapat membagi model jantung reptile ke dalam tiga pola; pola Squamata, pola Varanid, dan pola Crocodilian.


Pola Squamata

Pola ini ditandai dengan tiga ruang jantung (2 atria dan 1 ventrikel jantung). Atrium kanan menerima darah miskin oksigen lalu diteruskan ke cavum venosum ventrikel. Atrium kiri menerima darah kaya oksigen dari paru-paru lalu diteruskan ke cavum arteriosum. Kontraksi ventricular pada pola ini adalah tunggal, yang mana akan berakibat pada tercampurnya darah miskin oksigen dan darah kaya oksigen.

Pola Varanid

Kelompok kadal-kadalan/Varanida biasanya memiliki tingkat metabolism yang lebih tinggi dari reptile lainnya dan memilliki sedikit perbedaan struktur jantung. Pola ini memiliki karakteristik berjantung tiga ruang tetapi cavum venosum-nya lebih kecil dari pada cavum venosum pada pola Squamata. Selain itu peredaran darahnya ganda. Perbedaan ini mengurangi resiko pencampuran dari darah kaya oksigen dan darah miskin oksigen. Namun pencampuran masih dapat terjadi dalam beberapa keadaan.


Pola jantung Squamata dan Varanid

Pola Crocodilian

Pola ini merupakan karakteristik dari Crocodilian. Jantungnya terdiri dari empat ruangan (dua atria dan dua ventrikel), tetapi terdapat saluran sempit, yaitu foramen Panizza, yang menghubungkan dua arteri utama (arteri kanan dan arteri kiri). Dua system arteri ini muncul dari ruang ventrikel yang berbeda (arteri kiri dari ventrikel kanan, dan arteri kanan dari ventrikel kiri). Ini memberikan kesempatan bagi paru-paru untuk melakukan anoxia (mengurangi suplai oksigen pada jaringan tubuh) pada kondasi tertentu, misalnya ketika menyelam dalam air. Menurut para penyelam sukarelawan, buaya dapat diam dalam air selama 10-15 menit. Ketika buaya sedang bersembunyi dari mangsanya, kemampuan menyelam ini bisa lebih lama lagi, sekitar 30 menit atau lebih. Eksperimen menunjukkan bahwa kebanyakan buaya sebenarnya dapat bertahan di bawah air hingga 2 jam jika dalam keadaan tertekan.

Darah miskin oksigen dari tubuh di terima oleh atrium kanan dan di transport ke ventrikel kanan. Dari sana darah dipompa ke paru-paru dan kembali ke atrium kiri. Darah kaya akan oksigen ini kemudia di pompa oleh ventrikel kiri menuju seluruh tubuh.

Jantung pola Crocodilian

Walaupun system arteri kiri berasal dari ventrikel kanan, darah ini tersuplai oleh oksigen dari darah kaya oksigen di ventrikel kiri melalui foramen panizza. Karena tekanan
dalam system sirkulasi lebih tinggi dari sirkulasi paru-paru. Katup pada basal system arteri kiri tetap tertutup untuk menjaga darah tetap terpisah.

Ketika buaya menyelam, tekanan udara terbentuk dalam paru-paru, menurunkan aliran pada system paru-paru. Ini menurunkan jumlah darah yang mengalir ke paru-paru dan output dari ventrikel kanan langsung masuk ke system arteri kiri. Dengan cara ini, buaya mampu mencegah aliran darah ke paru-paru jika tidak diperlukan.

sumber:
http://faculty.weber.edu/jcavitt/reptilian_circulatory_system.htm http://tedbio.multiply.com/journal/item/19
http://www.experiencefestival.com/a/Circulatory_system_-_Closed_circulatory_system/id/5573408
Jika menurut sobat artikel ini bermanfaat, silahkan vote ke Lintas Berita agar artikel ini bisa di baca oleh orang lain.

Sistem peredaran darah Manusia

Struktur Alat Peredaran Darah Pada Manusia
Sistem peredaran darah pada manusia tersusun atas jantung sebagai pusat peredaran darah, pembuluh-pembuluh darah dan darah itu sendiri.
Sistem 
peredaran darah pada manusia
1. Jantung   
Jantung mempunyai empat ruang yang terbagi sempurna yaitu dua serambi (atrium) dan dua bilik (ventrikel) dan terletak di dalam rongga dada sebelah kiri di atas diafragma. Jantung terbungkus oleh kantong perikardium yang terdiri dari 2 lembar :
a. lamina panistalis di sebelah luar
b. lamina viseralis yang menempel pada dinding jantung
Jantung memiliki katup atrioventikuler (valvula bikuspidal) yang terdapat di antara serambi dan bilik jantung yang berfungsi mencegah aliran dari bilik keserambi selama sistol dan katup semilunaris (katup aorta dan pulmonalis) yang berfungsi mencegah aliran balik dari aorta dan arteri pulmonalis kiri ke bilik selama diastole.

Struktur jantung

2. Pembuluh Darah
Pembuluh darah terdiri atas arteri dan vena. Arteri berhubungan langsung dengan vena pada bagian kapiler dan venula yang dihubungkan oleh bagian endotheliumnya.
struktur pembuluh darah
Arteri dan vena terletak bersebelahan. Dinding arteri lebih tebal dari pada dinding vena. Dinding arteri dan vena mempunyai tiga lapisan yaitu lapisan bagian dalam yang terdiri dari endothelium, lapisan tengah yang terdiri atas otot polos dengan serat elastis dan lapisan paling luar yang terdiri atas jaringan ikat ditambah dengan serat elastis. Cabang terkecil dari arteri dan vena disebut kapiler. Pembuluh kapiler memiliki diameter yang sangat kecil dan hanya memiliki satu lapisan tunggal endothelium dan sebuah membran basal.
Perbedaan struktur masing-masing pembuluh darah berhubungan dengan perbedaan fungsional masing-masing pembuluh darah tersebut. 

Macam-macam Pembuluh Darah
Pembuluh darah terbagi menjadi :
A. Pembuluh darah arteri
  1. Tempat mengalir darah yang dipompa dari bilik
  2. Merupakan pembuluh yang liat dan elastis
  3. Tekanan pembuluh lebih kuat dari pada pembuluh balik
  4. Memiliki sebuah katup (valvula semilunaris) yang berada tepat di luar jantung
  5. Terdiri atas :
    5.1 Aorta yaitu pembuluh dari bilik kiri menuju ke seluruh tubuh
    5.2 Arteriol yaitu percabangan arteri
    5.3 Kapiler :
          a. Diameter lebih kecil dibandingkan arteri dan vena
          b. Dindingnya terdiri atas sebuah lapisan tunggal endothelium dan sebuah membran
              basal
  6. Dindingnya terdiri atas 3 lapis yaitu :
    6.1 Lapisan bagian dalam yang terdiri atas Endothelium
    6.2 Lapisan tengah terdiri atas otot polos dengan Serat elastis
    6.3 Lapisan terluar yang terdiri atas jaringan ikat Serat elastis
B. Pembuluh Balik (Vena)
  1. Terletak di dekat permukaan kulit sehingga mudah di kenali
  2. Dinding pembuluh lebih tipis dan tidak elastis.
  3. Tekanan pembuluh lebih lemah di bandingkan pembuluh nadi
  4. Terdapat katup yang berbentuk seperti bulan sabit (valvula semi lunaris) dan menjaga agar darah tak berbalik arah.
  5. Terdiri dari :
    5.1. Vena cava superior yang bertugas membawa darah dari bagian atas tubuh menuju
            serambi kanan jantung.
    5.2. Vena cava inferior yang bertugas membawa darah dari bagian bawah tubuh ke
           serambi kanan jantung.
    5.3. Vena cava pulmonalis yang bertugas membawa darah dari paru-paru ke serambi kiri
          jantung.

Macam Peredaran Darah
Peredaran darah manusia merupakan peredaran darah tertutup karena darah yang dialirkan dari dan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah dan darah mengalir melewati jantung sebanyak dua kali sehingga disebut sebagai peredaran darah ganda  yang terdiri dari :
1. Peredaran darah panjang/besar/sistemik
Adalah peredaran darah yang mengalirkan darah yang kaya oksigen dari bilik (ventrikel) kiri jantung lalu diedarkan ke seluruh jaringan tubuh. Oksigen bertukar dengan karbondioksida di jaringan tubuh. Lalu darah yang kaya karbondioksida dibawa melalui vena menuju serambi kanan (atrium) jantung.
2. Peredaran darah pendek/kecil/pulmonal
Adalah peredaran darah yang mengalirkan darah dari jantung ke paru-paru dan kembali ke jantung. Darah yang kaya karbondioksida dari bilik kanan dialirkan ke paru-paru melalui arteri pulmonalis, di alveolus paru-paru darah tersebut bertukar dengan darah yang kaya akan oksigen yang selanjutnya akan dialirkan ke serambi kiri jantung melalui vena pulmonalis.
Proses peredaran darah dipengaruhi juga oleh kecepatan darah, luas penampang pembuluh darah, tekanan darah dan kerja otot yang terdapat pada jantung dan pembuluh darah. 
Sistem Peredaran Darah Panjang dan Pendek

Proses Pertukaran Darah pada Kapiler

Pada kapiler terdapat spingter prakapiler mengatur aliran darah ke kapiler :
  1. Bila spingter prakapiler berelaksasi maka kapiler-kapiler yang bercabang dari pembuluh darah utama membuka dan darah mengalir ke kapiler.
  2. Bila spingter prakapiler berkontraksi, kapiler akan tertutup dan aliran darah yang melalui kapiler tersebut akan berkurang.
Pada vena bila otot berkontraksi maka vena akan terperas dan kelepak yang terdapat pada jaringan akan bertindak sebagai katup satu arah yang menjaga agar darah mengalir hanya menuju ke jantung.

Kelainan Pada Sistem Peredaran Darah
Kelainan atau penyakit pada sistem peredaran darah antara lain:
  1. Arteriosklerosis yaitu pengerasan pembuluh nadi karena endapan lemak berbentuk plak (kerak) yaitu jaringan ikat berserat dan sel-sel otot polos yang di infiltrasi oleh lipid (lemak)


                                        Pembentukan endapan lemak dalam arteri

  2. Anemia yaitu rendahnya kadar hemoglobin dalam darah atau berkurangnya jumlah eritrosit dalam darah
  3. Varises yaitu pelebaran pembuluh darah di betis
  4. Hemeroid (ambeien) pelebaran pembuluh darah di sekitar dubur
  5. Ambolus yaitu tersumbatnya pembuluh darah karena benda yang bergerak.
  6. Trombus yaitu tersumbatnya pembuluh darah karena benda yang tidak bergerak .
  7. Hemofili yaitu kelainan darah yang menyebabkan darah sukar membeku (diturunkan secara hereditas)
  8. Leukemia (kanker darah ) yaitu peningkatan jumlah eritrosit secara tidak terkendali.
  9. Erithroblastosis fetalis yaitu rusaknya eritrosit bayi/janin akibat aglutinasi dari antibodi yang berasal dari ibu.
  10. Thalasemia yaitu anemia yang diakibatkan oleh rusaknya gen pembentuk hemoglobin yang bersifat menurun.
  11. Hipertensi yaitu tekanan darah tinggi akibat arteriosklerosis
@www.e-dukasi.net
Jika menurut sobat artikel ini bermanfaat, silahkan vote ke Lintas Berita agar artikel ini bisa di baca oleh orang lain.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls